Konsep Pijat Tradisonal Indonesia

Teknik-Teknik Pijat
Februari 9, 2018
Mengenal LSK PRI
Februari 9, 2018
Show all

Konsep Pijat Tradisonal Indonesia

Konsep Pijat Tradisonal Indonesia

Konsep pijat tradisonal Indonesia adalah pengupayaan kesehatan fisik dan fisiologis manusia dengan menjaga keseimbangan badan, mental dan spiritual.Badan Manusia adalah satu kesatuan yang terbentuk dari kumpulan bagian-bagian tubuh yang bersatu padu saling menunjang secara harmonis untukl memenuhi kebutuhan manusia dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari.

Kesehatan tubuh manusia dipengaruhi oleh baik atau tidaknya fungsi sistem organ tubuh bekerja. Masing-masing sistem memiliki fungsi yang berbeda-beda namun saling menunjang, sehingga jika ada gangguan pada salah satu bagian tubuh maka dapat menyebabkan gangguan pada bagian yang lainnya. Kesehatan badan seseorang juga dipengaruhi oleh gaya hidup dan perilaku yang meliputi pola makan, pola fikir, aktivitas, kebiasaan baik atau buruk dll.

Selain itu, pola makan yang baik dengan memperhatikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh akan membuat semua organ tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Tubuh menjadi bertenaga, berkembang dan mampi memperbaiki diri atau regenerasi. Fikiran positif akan berdampak juga terhadap fungsi organ tubuh manusia.

Di sisi lain, aktivitas berlebihan dengan tidak memberi waktu yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat akan mengganggu fungsi sistem organ tubuh, karena organ tubuh juga memerlukan waktu ubtuk menurunkan fungsinya setelah bekerja berat. Bekerja terlalu berat dan lama akan mengganggu sistem pergerakan pergerakan yang menyebabkan tulang dan otot menjadi tegang, kaku dan akhirnya menjadi lemah. Oleh karena itu sangat penting mengatur jadwal dalam melakukan aktivitas atau bekerja dan untuk beristirahat agar badan tidak kelelahan. Kebiasaan yang buruk seperti merokok minum minuman beralkohol mengkonsumsi obat2an kimia, tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga dapat mempengaruhi kesehatan badan.

Selain yang bersifat fisik, mental dapat mempengaruhi perasaan, fikiran dan perilaku seseorang. Orang yang memiliki mental yang baik akan memiliki perasaan yang baik terhadap sesuatu seperti rasa suka, dinta dan bahagia. Perasaan yang baik akan mempengaruhi fikiran untuk berfikir positif, yakin dan selalu optimis sehingga perilaku yang ditimbulkan pun menjadi selalu menghasilkan sesuatu yang baik seperti rajin, aktif, sabar dan selalu memperbaiki diri. Contoh orang yang memiliki mental baik adalah saat melakukan satu pekerjaan maka dia akan berusaha mencintai pekerjaannya, meyakininya, dan optimis bahwa pekerjaannya akan memberi hasil yang diharapkan, maka dia melakukan pekerjaannya dengan rajin dan sabar.

Sebaliknya orang yang memiliki mental buruk, perasaan selalu stress, tidak suka, benci, sedih, khawatir dll, pesimis yang mempengaruhi sikap atau perilaku seperti mudah marah, apatis, malas, merusak diri dll. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa orang yang sering marah akan mudah terkena serangnan jantung, hal ini karena fungsi kerja jantung meningkat dengan cepat ketika seseorang sedang marah dan jika terjadi terus menerus maka jantung akan menjadi lemah. Orang yang memiliki mental buruk tanpa disadari akan mengganggu fungsi sistem organ tubuh, sehingga menyebabkangangguan kesehatan atau sakit seperti tiba-tiba sakit kepala, mual, otot dan syaraf tegang dll. Saat ini faktor penyebab penyakit yang paling besar justru disebabkan oleh mental yang buruk.

Orang yang memiliki mental baik akan mampu mengendalikan perasaan, fikiran, dan perilaku negatif yang membuat sistem organ tubuh terganggu. Sehingga orang yang bermental baik cenderung memiliki tubuh yang lebih sehat dibanding orang yang memiliki mental buruk. Keyakinan atau spiritual terhadap Allah Ta’ala akan membuat orang merasa ikhlas atas segala cobaan yang menimpanya sehingga menimbulkan ketenangan jiwa. Hidup seseorng dipengaruhi oleh keinginan atau hasrat dan takdir, ketika apa yang diinginkan tidak tercapai karena memang takdirnya memang tidak bisa memiliki maka keadaan itu dapat mengganggu ketenangan jiwa seseorang. Seseorang yang yakin dengan kekuasaan Allah Ta’ala akan mampu memerima takdir dengan ikhlas sehingga jiwanya tetap tenang. Ketenangan jiwa menimbulkan rasa percaya, yakin, menerima, memaafkan, bersyukur, bahagia dll.

Saat merasa tenang tubuh manusia sangat mudah mengalami istirahat sempurna. Pada saat itu sistem kekebalan tubuh meningkat, berbagai hormon dan enzim yang memudahkan proses penyembuhan menjadi lebih banyak diproduksi tubuh dan peredaran darah mengalir lancar. Juga berdzikir dan berdoa sangatlah menunjang dalam mencari ketenangan serta mengobati penyakit dengan izin Alloh Ta’ala.

Badan atau fisik, mental, spiritual/keyakinan adalah satu kesatuan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Saat badan fisik kita mengalami kelelahan atau sakit, maka sangat mudah kita mengalami perasaan mudah marah, sensitif, mudah cemas yang membuat pikiran kita negatif sehingga bisa muncul kekecewaan atau rasa bersalah atau menyalahkan keadaan sehingga menghilangkan rasa syukur atas nikmat Allah Ta’ala.

Keseimbangan badan, mental dan spiritual menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan. Pemijatan adalah salah satu upaya untuk mengembalikan keseimbangan tersebut sehingga tujuan pemijatan pemijatan bukan hanya memperbaiki badan tapi juga harus bisa menyentuh mental dan spiritual klien. Oleh karena itu setiap pemijatan hendaknya diawali dengan doa dan sugesti untuk menenangkan jiwa klien terlebih dahulu dan dalam mengerjakan proses memijat harus tulus dan sepenuh hati sehingga sentuhan tangan pemijat dapat membuat fikiran tenang dan membuat tubuh klien relaks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *